Perpotongan
Garis Geometri Analitik
A. Perpotongan Garis-Garis Titik potong
antar dua garis, berarti titik itu terletak pada garis pertama maupun pada
garis kedua. Mencari koordinat titik potong antara dua garis adalah mencari
penyelesaian dari sistem persamaan linier dengan dua variable[1]. Tinjau dua
persamaan linier ๐1 ๐ฅ + ๐1 ๐ฆ + ๐1 = 0, dan ๐2 ๐ฅ + ๐2 ๐ฆ + ๐2 = 0 dengan ๐1,
๐2, ๐1, ๐2 โ 0. Tiap persamaan linier ini mewakili sebuah garis pada
bidang. Namakanlah garis-garis tersebut l1 dan l2. Karena sebuah titik (x,y)
terletak pada sebuah garis jika dan hanya jika bilangan-bilangan x dan y
memenuhi persamaan garis tersebut, maka pemecahan sistem persamaan tersebut
akan bersesuaian dengan titik perpotongan dari garis l1 dan l2. Adapun dua buah
garis kita katakan bepotongan apabila garis tersebut terletak pada satu bidang
datar dan kedua garis tersebut berpotongan disalah satu titiknya. Ada tiga
kemungkinan: a. Garis l1 mungkin sejajar dengan garis l2, dimana di dalam kasus
ini tidak ada perpotongan, dan sebagai konsekuensinya maka tidak ada pemecahan
untuk sistem tersebut. b. Garis l1 mungkin berpotongan dengan garis l2 di hanya
satu titik, dimana dalam kasus ini kedua garis tersebut mempunyai satu titik
potong sehingga sistem persamaan tersebut mempunyai satu pemecahan. c. Garis l1
mungkin berimpit dengan garis l2, dimana dalam kasus ini terdapat tak terhingga
banyaknya titik perpotongan, dan sebagai konsekuensinya maka tak terhingga
banyaknya pemecahan untuk sistem tersebut. Hal tersebut digambarkan dalam
grafik berikut[4]: (a) (b) (c) x y x y x y l1 l2 l1 l1 l2l2
- Perpotongan Garis-Garis 3 Gambar 1 (a) Tidak ada pemecahan, (b) Satu Pemecahan, (c) Tak terhingga banyaknya pemecahan.
- B. Menentukan Titik Potong Garis Menurut aljabar ada beberapa cara untuk menyelesaikan sistem persamaan linier, antara lain dengan metode subtitusi, eliminasi, matriks, dan determinan1.
- Menggunakan Metode Subtitusi: Untuk mencari titik potong terhadap kedua garis menggunakan metode subtitusi dilakukan dengan cara menyatakan salah satu variabel ke dalam variabel lainnya pada salah satu persamaan, kemudian mensubtitusikannya ke persamaan lain. Contoh 1: Tentukan titik potong dari persamaan berikut: 3๐ฅ โ ๐ฆ = 10 ๐ฅ โ 2๐ฆ = 0 Penyelesaian: Misalkan, 3๐ฅ โ ๐ฆ = 10โฆ โฆ โฆโฆ โฆ โฆ ( ๐) ๐ฅ โ 2๐ฆ = 0 โฆโฆ โฆ โฆโฆ โฆ . (๐๐) ยท Cara 1 (mensubtitusi y) Pada persamaan (i) nyatakan variable y ke dalam variable x: 3๐ฅ โ ๐ฆ = 10 ๐ฆ = 3๐ฅ โ 10โฆ โฆ .. (๐๐๐) Subtitusikn persamaan (iii) ke persaman ke persamaan (ii): ๐ฅ โ 2๐ฆ = 0 โ ๐ฅ โ 2(3๐ฅ โ 10) = 0 โ ๐ฅ โ 6๐ฅ + 20 = 0 โ โ5๐ฅ + 20 = 0 โ โ5๐ฅ = โ20 โ ๐ฅ = โ20 โ5 โ ๐ฅ = 4 Subtitusikan x = 4 ke persamaan ke (iii):
- Perpotongan Garis-Garis 4 ๐ฆ = 3๐ฅ โ 10 โ ๐ฆ = 3(4) โ 10 โ ๐ฆ = 12 โ 10 โ ๐ฆ = 2 ๐๐๐๐,titik potong kedua garis tersebut yaitu (4,2) ยท Cara 2 (Mensubtitusi x): Pada persamaan (ii), nyatakan variable x ke dalam variable y: ๐ฅ โ 2๐ฆ = 0 ๐ฅ = 2๐ฆ โฆโฆ โฆ โฆ(๐๐ฃ) Subtitusikan (iv) ke (i), sehingga menjadi: 3(2๐ฆ) โ ๐ฆ = 10 โ 5๐ฆ = 10 โ ๐ฆ = 2 Subtitusikan y = 2 ke (iv): ๐ฅ = 2๐ฆ โ ๐ฅ = 2(2) โ ๐ฅ = 4 Jadi, diperoleh titik potong kedua garis tersebut yaitu (4,2) 2. Menggunakan Metode Eliminasi: Untuk mencari titik potong terhadap kedua garis menggunakan metode eliminasi dilakukan dengan cara menghilangkan salah satu variabelnya. Contoh 2: Tentukan titik potong dari persamaan berikut: 3๐ฅ โ ๐ฆ = 10 ๐ฅ โ 2๐ฆ = 0
- Penyelesaian: Misalkan, 3๐ฅ โ ๐ฆ = 10โฆ โฆ โฆโฆ โฆ โฆ ( ๐) ๐ฅ โ 2๐ฆ = 0 โฆโฆ โฆ โฆโฆ โฆ . (๐๐) Mengeliminasi/menghilangkan x:
- Perpotongan Garis-Garis 5 3๐ฅ โ ๐ฆ = 10 ร 1 3๐ฅ โ ๐ฆ = 10 ๐ฅ โ 2๐ฆ = 0 ร 3 3๐ฅ โ 6๐ฆ = 0 5๐ฆ = 10 ๐ฆ = 2 Mengeliminasi/menghilangkan y: 3๐ฅ โ ๐ฆ = 10 ร 2 6๐ฅ โ 2๐ฆ = 20 ๐ฅ โ 2๐ฆ = 0 ร 2 ๐ฅ โ 2๐ฆ = 0 5๐ฅ = 20 ๐ฅ = 4 Jadi, diperoleh titik potong kedua garis tersebut yaitu (4,2) 3. Matriks Matriks dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu sistem persamaan linear. Cara menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dengan matriks yaitu mengubah bentuk persamaan ke dalam bentuk matriks. Selanjutnya matriks tersebut di selesaikan untuk mencari titik (x,y) dimana pada metode matriks ini juga menggunakan invers pada matriks. Berikut langkah-langkah untuk mencari titik potong garis dalam sebuah sistem persamaan menggunakan metode matriks. Bentuk umum persamaan linear: ๐1 ๐ฅ + ๐1 ๐ฆ + ๐1 = 0 โ ๐1 ๐ฅ + ๐1 ๐ฆ = โ๐1 ๐2 ๐ฅ + ๐2 ๐ฆ + ๐2 = 0 โ ๐2 ๐ฅ + ๐2 ๐ฆ = โ๐2 Di ubah dalam bentuk matriks menjadi; ( ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 ) ( ๐ฅ ๐ฆ ) = ( โ๐1 โ๐2 ) Pada matriks, jika A = ( ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 ) maka: ๐ดโ1 = 1 det ๐ด ( ๐2 โ๐1 โ๐2 ๐1 ) = 1 ๐1 ๐2โ๐2 ๐1 ( ๐2 โ๐1 โ๐2 ๐1 ) Sehingga diperoleh: ( ๐ฅ ๐ฆ ) = 1 ๐1 ๐2โ๐2 ๐1 ( ๐2 โ๐1 โ๐2 ๐1 ) (โ๐ โ๐ )
- Contoh Selesaikan system persamaan linear berikut dengan matriks! { 3๐ฅ โ ๐ฆ = 10 ๐ฅ โ 2๐ฆ = 0 [
- Perpotongan Garis-Garis 6
- Penyelesaian: Kita nyatakan dulu system persamaan tersebut dalam bentuk matriks, yaitu: ( 3 โ1 1 โ2 )( ๐ฅ ๐ฆ ) = ( 10 0 ) Sehingga: โ ( ๐ฅ ๐ฆ ) = 1 3(โ2)โ 1 โ (โ1) ( โ2 1 โ1 3 ) ( 10 0 ) โ ( ๐ฅ ๐ฆ ) = 1 โ6 + 1 ( โ2 1 โ1 3 )( 10 0 ) โ ( ๐ฅ ๐ฆ ) = 1 โ5 ( โ2(10)+ 1(0) โ1(10)+ 3(0) ) โ ( ๐ฅ ๐ฆ ) = 1 โ5 ( โ20 โ10 ) โ ( ๐ฅ ๐ฆ ) = ( 4 2 ) Diperoleh nilai x = 4 dan y = 2, sehingga koordinat titik pototng kedua persamaan garis tersebut yaitu (4,2) 4. Determinan Selain menggunakan sifat invers pada matriks (metode ke-3) dalam mencari titik potong dari suatu sistem persamaan garis juga dapat diselesaikan dengan determinan. Bentuk umum persamaan garis yaitu: ๐1 ๐ฅ + ๐1 ๐ฆ + ๐1 = 0 ๐2 ๐ฅ + ๐2 ๐ฆ + ๐2 = 0 , maka: ๐1 ๐ฅ + ๐1 ๐ฆ = โ๐1 ๐2 ๐ฅ + ๐2 ๐ฆ = โ๐2 , Jika diselesaikan dengan metode eliminasi, maka di dapat: Eliminasi y: ๐1 ๐ฅ + ๐1 ๐ฆ = โ๐1 ร ๐2 โ ๐1 ๐2 ๐ฅ + ๐1 ๐2 ๐ฆ = โ๐1 ๐2 ๐2 ๐ฅ + ๐2 ๐ฆ = โ๐2 ร ๐1 โ ๐2 ๐1 ๐ฅ + ๐1 ๐2 ๐ฆ = โ๐2 ๐1
- Perpotongan Garis-Garis 7 โ ๐1 ๐2 ๐ฅ โ ๐2 ๐1 ๐ฅ = โ๐1 ๐2 + ๐2 ๐1 โ ๐ฅ(๐1 ๐2 โ ๐2 ๐1) = โ๐1 ๐2 + ๐2 ๐1 โ ๐ฅ = ๐2 ๐1 โ ๐1 ๐2 ๐1 ๐2 โ ๐2 ๐1 Diperoleh ๐ฅ = ๐2 ๐1โ๐1 ๐2 ๐1 ๐2โ๐2 ๐1 , atau dapat dituliskan dengan ๐ฅ = | โ๐1 ๐1 โ๐2 ๐2 | | ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 | dimana | โ๐1 ๐1 โ๐2 ๐2 | = ๐2 ๐1 โ ๐1 ๐2 yang tidak lain merupakan determinan dari ( โ๐1 ๐1 โ๐2 ๐2 ). Eliminasi x: ๐1 ๐ฅ + ๐1 ๐ฆ = โ๐1 ร ๐2 โ ๐1 ๐2 ๐ฅ + ๐1 ๐2 ๐ฆ = โ๐1 ๐2 ๐2 ๐ฅ + ๐2 ๐ฆ = โ๐2 ร ๐1 โ ๐2 ๐1 ๐ฅ + ๐1 ๐2 ๐ฆ = โ๐2 ๐1 โ ๐1 ๐2 ๐ฆ โ ๐1 ๐2 ๐ฆ = โ๐1 ๐2 + ๐2 ๐1 โ ๐ฆ( ๐1 ๐2 โ ๐1 ๐2) = โ๐1 ๐2 + ๐2 ๐1 โ ๐ฆ = ๐1 ๐2 โ ๐2 ๐1 ๐2 ๐1 โ ๐1 ๐2 โ ๐ฆ = ๐2 ๐1 โ ๐1 ๐2 ๐2 ๐1 โ ๐1 ๐2 Diperoleh ๐ฆ = ๐2 ๐1โ๐1 ๐2 ๐2 ๐1โ๐1 ๐2 , atau dapat dituliskan dengan ๐ฆ = | ๐1 โ๐1 ๐2 โ๐2 | | ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 | dimana | ๐1 โ๐1 ๐2 โ๐2 | = ๐2 ๐1 โ ๐1 ๐2 yang tidak lain merupakan determinan dari ( ๐1 โ๐1 ๐2 โ๐2 ).
- Contoh Selesaikan sistem persamaan linear berikut dengan determinan! { 3๐ฅ โ ๐ฆ โ 10 = 0 ๐ฅ โ 2๐ฆ = 0
- Penyelesaian: ๐ฅ = | โ๐1 ๐1 โ๐2 ๐2 | | ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 | , maka: โ ๐ฅ = | โ(โ10) โ1 โ(0) โ2 | | 3 โ1 1 โ2 | = 0(โ1)โ (10)(โ2) 1(โ1)โ 3(โ2) = 20 5 = 4 ๐ฆ = | ๐1 โ๐1 ๐2 โ๐2 | | ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 | , maka: โ ๐ฆ = | 3 โ(โ10) 1 โ(0) | |3 โ1 1 โ2 | = 1(10) โ 3(0) 1(โ1) โ 3(โ2) = 10 5 = 2 Diperoleh koordinat titik potong dari sistem persamaan tersebut yaitu (4,2) Gambar 2 Pasangan x dan y adalah koordinat titik potong dari garis l1 dan l2. Kita tinjau berbagai kemungkinan. [8] Perhatikan contoh berikut:
- Contoh 1. Carilah koordinat titik potong antara ๐1: 2๐ฅ โ ๐ฆ + 3 = 0 dan garis ๐2: ๐ฅ + 3๐ฆ โ 4 = 0. Secara determinan: 1 1 (0,0) (2,1) (4,2) (0,10/3) x-2y=0 3x-y-10=0
- Penyelesaian: 2๐ฅ โ ๐ฆ + 3 = 0 ๐ฅ + 3๐ฆ โ 4 = 0 ๐ฅ = | โ3 โ1 4 3 | | 2 โ1 1 3 | = โ9 + 4 6 + 1 = โ 5 7 ๐ฆ = | 2 โ3 1 4 | | 2 โ1 1 3 | = 8 + 3 6 + 1 = 11 7 Jadi titik potong ๐1 dan ๐2 adalah titik (โ 5 7 , 11 7 ) Gambar 3 Terlihat | ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 | = ๐1 ๐2 โ ๐2 ๐1 โ 0 atau | 2 โ1 1 3 |= 6 + 1 = 7, ๐๐๐ ๐1 ๐2 โ ๐1 ๐2 ๐๐ก๐๐ข 2 1 โ 11 7 dan kedua garis tersebut perpotongan pada satu titik yaitu (โ 5 7 , 11 7 ). Contoh 2: Diketahui persamaan garis berikut: { 3๐ฅ โ ๐ฆ โ 5 = 0 6๐ฅ โ 2๐ฆ โ 4 = 0 Tentukan titik potong serta sketsakan grafiknya! Penyelesaian: ๐ฅ = | โ๐1 ๐1 โ๐2 ๐2 | | ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 | maka: Kesimpulannya yaitu: Jika | ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 | = ๐1 ๐2 โ ๐2 ๐1 โ 0, ๐๐ก๐๐ข ๐1 ๐2 โ ๐1 ๐2 maka dua garis tersebut berpotongan di satu titik. [9] 1 1 (-5/7,11/7) (1,1) (0,3) (1,5) (4,0) 2x-y+3=0 x+3y-4=0
- . Perpotongan Garis-Garis 10 โ ๐ฅ = | โ(โ5) โ1 โ(โ4) โ2 | | 3 โ1 6 โ2 | = 4(โ1)โ 5(โ2) 6(โ1)โ 3(โ2) = โ4 + 10 โ6 + 6 = 6 0 = โ ๐ฆ = | ๐1 โ๐1 ๐2 โ๐2 | | ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 | , maka: โ ๐ฆ = | 3 โ(โ5) 6 โ(โ4) | | 3 โ1 6 โ2 | = 6(5)โ3(4) 6(โ1)โ3(โ2) = 30โ12 โ6+6 = 18 0 = โ Gambar 4 Terlihat | ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 | = ๐1 ๐2 โ ๐2 ๐1 = 0 atau | 3 โ1 6 โ2 |= 6(โ1)โ 3(โ2) = 0, ๐๐๐ ๐1 ๐2 โ ๐1 ๐2 ๐๐ก๐๐ข 3 6 = โ1 โ2 dan kedua garis tersebut tidak memiliki titik potong.
- Contoh 3. Diketahui persamaan garis berikut: { 3๐ฅ โ ๐ฆ โ 5 = 0 6๐ฅ โ 2๐ฆ โ 10 = 0 Tentukan titik potong serta sketsakan grafiknya! 1 1 (1,-2) (0,-5) (0,-2) (1,1) 6x-2y-4=0 3x-y-5=0 Kesimpulannya yaitu: Jika | ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 | = ๐1 ๐2 โ ๐2 ๐1 = 0, ๐๐ก๐๐ข ๐1 ๐2 = ๐1 ๐2 ๐๐๐ ๐1 ๐2 = ๐1 ๐2 โ ๐1 ๐1 maka garis tersebut sejajar (dianggap tidak berpotongan).
- Perpotongan Garis-Garis 11
- Penyelesaian: ๐ฅ = | โ๐1 ๐1 โ๐2 ๐2 | | ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 | maka: โ ๐ฅ = | โ(โ5) โ1 โ(โ10) โ2 | | 3 โ1 6 โ2 | = 10(โ1)โ 5(โ2) 6(โ1)โ 3(โ2) = โ10 + 10 โ6 + 6 = 0 0 = โ ๐ฆ = | ๐1 โ๐1 ๐2 โ๐2 | | ๐1 ๐1 ๐2 ๐2 | , maka: โ ๐ฆ = | 3 โ(โ5) 6 โ(โ10) | | 3 โ1 6 โ2 | = 6(5) โ 3(10) 6(โ1) โ 3(โ2) = 30 โ 30 โ6 + 6 = 0 0 = โ Terlihat bahwa kedua persamaan garis tersebut memiliki tak hingga banyak titik koordinat yang berpotongan diantara kedua garis tersebut. Meskipun pada contoh 2 diperoleh titik (x,y) = (โ,โ) namun pendefinisiannya berbeda. Pada contoh 2 kedua garis tersebut sejajar (tidak ada titik perpotongan) sedangkan pada contoh ini kedua garis tersebut berpotongan pada semua titik atau garis itu sendiri. Hal itu dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Gambar 5 1 1 6x-2y-10=0 (0,-5) (1,-2) (2,1) 3x-y-5=0
Tidak ada komentar:
Posting Komentar